Jumat, 12 Juni 2009

proses terbentuknya BATUAN KARBONAT


Batuan Kabonat adalah salah satu kelas batuan sedimen yang penyusun utamanya adalah mineral karbonat. Batuan ini terbentuk baik oleh proses kimia maupun oleh proses biokimia. Batuan karbonat menyusun 10 sampai 15 persen batuan sedimen dan pada umumnya tersusun atas dua jenis batuan, yaitu:

1. Limestone / Batu Kapur/ Gamping, yang terdiri atas mineral calcite (CaCO3) atau Mg Calcite (MgCO3).

2. Dolostone, yang sebagian besar terdiri atas mineral dolomite [CaMg(CO3)2].

Mineral karbonat sangat mudah larut dalam air asam, sehingga mereka kebanyakan memiliki porositas dan permeabilitas tinggi yang membuat batuan ini sangat baik untuk terjadinya reservoir minyak.

Limestone mudah diamati karena sifatnya yang sangat mudah bereaksi dengan HCl dan jika melapuk akan berwarna putih atau abu-abu. Sedangkan Dolostone tidak akan ngecoss (bereaksi) kecuali berupa serbuk dan akan berwarna coklat jika melapuk, warna coklat ini adalah warna Fe yang sedikit terbentuk untuk menggantikan Mg .

KLASIFIKASI (MATRIX dan KEMAS)

1. Klasifikasi Folk (berhubungan dengan Matrix)

Klasifikasi ini membagi batuan karbonat menjadi dua grup yaitu Allochemicals dan Orthocemicals.

Allochemicals merupakan batuan karbonat yang membawa butiran-butiran dari tempat lain selama pengendapannya. Butiran-butiran tersebut bisa berupa material fossiliferous, ooids, peloids, intraclasts. Butiran-butiran tersebut menancap pada matrix, baik matrix micrite maupun sparite.

MATRIX, memiliki dua jenis matrix yaitu

Micrite, berupa butiran-butiran padat atau lumpur karbonat.

Sparite, berupa butiran kalsit yang lebih keras yang terbentuk selama diagenesis.

Orthocemicals merupakan batuan karbonat yang mineralnya terkristalisasi langsung di tempat pengendapan, sehingga tidak memiliki butiran-butiran bawaan.


2. Klasifikasi Dunham (berhubungan dengan Kemas)/KEMAS

Klasifikasi ini berdasarkan pada konsep kemas yang didukung oleh lumpur. Klasifikasi ini membagi batuan karbonat menjadi dua, yaitu:

a. Komponen awal batuan tidak saling terikat selama pengendapan, masih dibagi lagi menjadi dua, yaitu

1) Butiran batuan didukung oleh lumpur, dibagi lagi menjadi dua, yaitu

i) Mudstone, jika terdiri atas 10% butiran, dan ii) Wackestone, jika komposisi butran diatas 10%.

2) Butiran batuan didukung butiran itu sendiri, dibagi juga menjadi dua, yaitu

ii) Packstone, jika ada matrix/memiliki rongga untuk terendapkannya lumpur.

iii) Grainstone, jika tidak memiliki ruang kosong antar butiran / tidak ada matrix.

b. Komponen awal batuan terbentuk di tempat pengendapan dan terdiri atas intergrowths dan material skeletal, biasa disebut Boundstone.


TEKSTUR

Tekstur pada batuan karbonat bervariasi, mulai dari tekstur yang terdapat pada batuan detritus seperti besar butir, pemilahan, dan rounding, hingga yang menunjukkan hasil pengendapan kimiawi. Matrixnya juga bervariasi dari lumpur karbonat berbutir padat hingga kristal-kristal kalsit atau dolomit. Tekstur juga ada yang terbentuk dari pertumbuhan organisme.

Tekstur pada batu gamping kebanyakan hampir sama dengan jenis tekstur pada batuan detritus seperti batu pasir. Hal ini menunjukkan bahwa proses pembentukan batuan karbonat dan batu pasir hampir sama.

STRUKTUR

Karena batuan kapur terbentuk dari proses klastik, kebanyakan struktur yang terdapat pada batuan detritus juga muncul pada batuan ini. Struktur-struktur seperti cross-bedding, ripple marks, dunes, graded bedding, dan imbricate bedding banyak dijumpai pada batuan karbonat walaupun tidak mudah terlalu mudah diamati karena sedikitnya perbedaan warna pada tiap lapisan di batuan karbonat.

Tipe laminasi yang paling banyak ditemukan dibentuk oleh organisme seperti alga hijau/biru yang tumbuh di daerah berombak. Organisme ini tumbuh sebagai serat-serat dan membentuk serabut dengan memerangkap dan menyatukan mikrokristal karbonat. Adanya ombak yang datang dan menyapu butiran pasir di pantai membuat formasi laminasi yang terdiri atas material organik.

Gambar Alga di laut

Stylolit merupakan permukaan tak beraturan dari endapan karbonat yang tertekan. Stylolit ini merepresentasikan 25% hingga 90% batuan karbonat yang terlarut.

Gambar Styolit

LINGKUNGAN PENGENDAPAN

Pada umumnya dan kebanyakan, batuan karbonat diendapkan di daerah perairan dangkal dimana masih terdapat sinar matahari yang bisa menembus kedalaman air. Selain itu syarat utamanya adalah daerah perairan yang bersuhu hangat.

Selain itu, batuankarbonat juga diendapkan di danau air tawar akibat penguapan. Jika air panas bercampur CaCO3 mencapai permukaan bumi pada hot springs, air campuran tersebut akan menguap dan meninggalkan produk berupa mineral kalsit yang membentuk batu gamping yang disebut travertine.

Ada istilah Carbonate Compensation Depth (CCD) , yaitu istilah untuk suatu garis yang merupakan batas kedalaman air dimana sedimen karbonat dapat ditemukan pengendapannya. CCD bervariasi di setiap tempat karena faktor-faktor tertentu.

MEMBEDAKAN DOLOMITE dan KALSIT

Dolomite jika dalam keadaan tebal akan mudah dibedakan dari kalsit, selain warnanya yang kecoklatan juga tidak akan bereaksi dengan HCl. Namun jika dalam keadaan tipis akan sulit dibedakan dari kalsit. Untuk identifikasi pada keadaan tipis digunakan zat Alizarin Red S yang dapat membuat warna kalsit menjadi merah muda, sedangkan warna dolomit akan tetap.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar